Materi Sosialisasi Kajian Perpustakaan 2025

Penulis/Pemilik:

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Diunggah oleh:

Aditya Andriansyah Permanajati

Jenis Materi:

Pdf

Tanggal Unggah:

01 Oct 2025

Dilihat:

9 kali

Abstrak:

File ini adalah materi sosialisasi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengenai pelaksanaan Kajian Perpustakaan Indonesia Tahun 2025, yang berfokus pada perhitungan Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM). Dokumen ini menguraikan metodologi, indikator, formula, dan hasil awal dari kajian tersebut.


Berikut adalah tinjauan mendalam tentang isinya:


Topik-topik Utama:

• Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat (IPLM): Dokumen ini menjelaskan secara rinci tentang IPLM, termasuk latar belakang, indikator dan pembobotan, metodologi analisis, dan formula indeks. IPLM dibangun berdasarkan dua dimensi utama:

• Dimensi Kepatuhan (Bobot 30%): Berasal dari rata-rata sub-skor Koleksi dan SDM. Ini mengukur seberapa baik perpustakaan memenuhi standar dasar, seperti jumlah koleksi dan kualifikasi tenaga.
• Koleksi: Mencakup jumlah koleksi tercetak dan elektronik, penambahan koleksi, dan komitmen anggaran pengembangan koleksi.
• SDM: Meliputi pustakawan sesuai kualifikasi, tenaga teknis, tenaga perpustakaan yang mengikuti PKB, dan komitmen pengembangan SDM (biaya diklat).

• Dimensi Kinerja (Bobot 70%): Berasal dari rata-rata sub-skor Pelayanan dan Pengelolaan. Ini mengukur seberapa efektif perpustakaan berfungsi untuk masyarakat, seperti jumlah pemustaka dan kegiatan budaya baca.
• Layanan: Meliputi pemanfaatan koleksi tercetak dan elektronik, jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan penguatan baca dan peningkatan literasi, pemanfaatan perpustakaan secara luring/daring, pemanfaatan fasilitas TIK, dan jumlah kegiatan penguatan budaya baca dan literasi.
• Pengelolaan: Mencakup jumlah kolaborasi dan kerjasama, jumlah variasi dan layanan yang tersedia, jumlah dokumen kebijakan dan prosedur layanan, serta komitmen anggaran pengembangan layanan dan pengelolaan.

Dokumen ini juga menampilkan contoh hasil perhitungan IPLM untuk beberapa perpustakaan sekolah dan umum, serta kategori skala indeks (Sangat Rendah hingga Sangat Tinggi).

• Analisis Tingkat Kegemaran Membaca (TKM): Bagian ini berfokus pada metodologi dan hasil perhitungan TKM. TKM diukur berdasarkan tiga fase:

• Pra Membaca (Bobot 15%): Meliputi teori motivasi membaca, minat membaca intrinsik dan ekstrinsik, tujuan membaca, keyakinan diri, ketersediaan bahan bacaan, frekuensi dan durasi membaca sebelumnya, model akses, kebiasaan membaca, lingkungan mendukung, pemodelan orang tua, pengarahan guru, pengaruh teman sebaya, sosialisasi literasi, nilai sosial terhadap membaca, norma budaya membaca, partisipasi komunitas, dan akses ke media budaya.

• Saat Membaca (Bobot 50%): Berpusat pada fokus perhatian, strategi pemahaman, interaksi dengan teks, pemantauan pemahaman, diskusi teks, kolaborasi membaca, negosiasi makna, dan praktik sosial kontekstual.


• Pasca Membaca (Bobot 35%): Meliputi teori dampak membaca (perkembangan kognitif, sosial, emosional) dan teori nilai-ekspektansi (ekspektansi keberhasilan, nilai tugas).

TKM juga mempertimbangkan "Variabel Y (Extra): Interaksi dengan Perpustakaan" yang mencakup aspek pasif (motivasi menggunakan, akses fisik & digital) dan aktif (interaksi dengan pustakawan, frekuensi kunjungan, pemanfaatan koleksi digital & cetak, penerapan pengetahuan, rekomendasi & berbagi informasi, kepuasan layanan). Survei TKM dilakukan di Kabupaten/Kota dengan 400 responden dan kuesioner dibagi menjadi 5 bagian: Data Demografi, Pra Membaca, Saat Membaca, Pasca Membaca, dan Interaksi Dengan Perpustakaan. Hasil akhir TKM disajikan dalam skala 0-100 dengan kategori absolut (Rendah, Menengah-Rendah, Menengah-Tinggi, Tinggi).

• Output yang Dihasilkan: Hasil analisis IPLM dan TKM akan tersimpan dalam file Excel (contoh: Indeks_YJ_perpustakaan_sekolah.xlsx dan Indeks_YJ_perpustakaan_umum.xlsx), serta visualisasi interaktif dalam format HTML.

Buka Materi