Foto Profil admin admin

Mengenal PoMS Library: Sistem Manajemen Perpustakaan Online Gratis untuk Semua

Di era digital, hampir semua layanan publik sudah bertransformasi menjadi serba online. Perpustakaan pun tidak bisa lagi hanya mengandalkan pencatatan manual atau katalog kartu. Pengunjung ingin mencari buku dengan cepat, anggota ingin tahu status peminjaman dari rumah, dan pustakawan dituntut menyediakan data statistik yang lengkap.

Sayangnya, banyak perpustakaan kecil maupun komunitas terbentur pada kendala biaya. Untuk memasang sistem manajemen perpustakaan (Integrated Library System/ILS) biasanya diperlukan server, domain, hosting, bahkan tenaga teknis untuk instalasi. Tidak semua sekolah atau rumah baca mampu menyediakannya.

Di sinilah PoMS Library (Pustakawan.org Management System) hadir sebagai solusi.

Apa itu PoMS Library?

PoMS Library adalah aplikasi sistem manajemen perpustakaan berbasis web yang bisa digunakan secara gratis. Aplikasi ini dikembangkan oleh pustakawan.org untuk menjawab kebutuhan perpustakaan modern yang ingin mengelola koleksi dan layanan tanpa harus ribet dengan urusan server atau biaya hosting.

Dengan PoMS, sebuah perpustakaan bisa langsung memiliki:

  • OPAC (Online Public Access Catalog) – katalog online yang bisa diakses dari mana saja.
  • Back Office – panel manajemen untuk pustakawan mengelola koleksi, anggota, hingga sirkulasi.
  • Kartu Anggota Digital – anggota bisa memiliki kartu dengan QR code, siap cetak atau disimpan di ponsel.
  • Statistik Otomatis – data kunjungan, pencarian, hingga peminjaman tersimpan rapi untuk analisis.
  • Landing Page Perpustakaan – halaman khusus untuk menampilkan identitas dan koleksi perpustakaan.

Mengapa PoMS Penting bagi Perpustakaan?

  1. Gratis dan Terbuka untuk Semua
  2. Tidak ada biaya lisensi, tidak ada biaya tahunan. PoMS dapat digunakan oleh sekolah, kampus, rumah baca, hingga perpustakaan pribadi.
  3. Tidak Perlu Server Sendiri
  4. Semua sudah di-host di pustakawan.org. Pustakawan cukup daftar dan langsung dapat akses perpustakaan online.
  5. Mudah Dipakai
  6. Antarmuka dirancang sederhana. Bahkan pustakawan yang tidak terbiasa dengan teknologi sekalipun bisa belajar dengan cepat.
  7. Fleksibel
  8. Bisa menampung berbagai jenis koleksi, mulai dari buku cetak, majalah, hingga koleksi digital.
  9. Terintegrasi dengan Jejaring Pustakawan
  10. Karena berbasis pustakawan.org, perpustakaan bisa lebih mudah terkoneksi dengan komunitas pustakawan lain di Indonesia.

Fitur Unggulan PoMS Library

Selain fitur dasar katalog online dan manajemen sirkulasi, PoMS juga menyediakan keunggulan yang membedakannya dengan sistem lain:

  1. Bebas Mengatur Aturan Perpustakaan
  2. Pustakawan bisa menentukan sendiri aturan peminjaman, jumlah maksimal buku, lama waktu pinjam, hingga denda keterlambatan. Semua fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing perpustakaan.
  3. Tombol WhatsApp untuk Komunikasi
  4. Anggota perpustakaan atau pemustaka bisa dengan mudah dihubungi langsung lewat tombol WhatsApp. Ini mempermudah komunikasi tanpa perlu aplikasi tambahan.
  5. Terhubung dengan Katalog Umum
  6. PoMS terintegrasi dengan katalog umum antarperpustakaan pengguna PoMS. Hal ini membuat penginputan buku jadi lebih cepat (cukup memilih dari katalog bersama), sekaligus memudahkan pencarian koleksi lintas perpustakaan.
  7. Landing Page Gratis untuk Setiap Perpustakaan
  8. Bisa Ditautkan ke Domain Sendiri
  9. Jika perpustakaan sudah punya domain sendiri, PoMS bisa ditautkan dengan metode iframe sehingga tampil seolah menjadi bagian dari website resmi perpustakaan.
  10. Terhubung dengan Platform pustakawan.org
  11. Karena berbasis pustakawan.org, PoMS tidak berdiri sendiri. Perpustakaan Anda akan menjadi bagian dari jejaring pustakawan nasional, sehingga lebih mudah dikenal masyarakat luas.
  12. DDC Online Bahasa Indonesia
  13. PoMS dilengkapi akses ke DDC Online dalam bahasa Indonesia. Ini sangat membantu pustakawan dalam melakukan klasifikasi koleksi dengan lebih cepat dan akurat.
  14. Landing Page Gratis untuk Setiap Perpustakaan. Setiap perpustakaan otomatis mendapatkan landing page gratis, semacam website sederhana yang berisi:
  • Informasi singkat perpustakaan (nama, profil, logo)
  • Link luar seperti repository institusi atau portal literasi lain
  • Media sosial (Facebook, Instagram, YouTube, dll)
  • Jam buka layanan perpustakaan
  • Alamat lengkap dan peta lokasi
  • Informasi layanan (aturan peminjaman, jenis koleksi, fasilitas yang tersedia)
  • Koleksi unggulan dan OPAC yang langsung bisa diakses pengunjung

Perbandingan PoMS dengan Sistem Lain

Banyak pustakawan mungkin bertanya, apa bedanya PoMS dengan sistem lain yang sudah populer seperti SLiMS atau Inlislite?

  • SLiMS (Senayan Library Management System)
  • SLiMS adalah aplikasi open-source yang sangat populer. Namun, untuk menjalankannya perlu server atau hosting sendiri, serta instalasi manual. Untuk perpustakaan besar ini tidak masalah, tapi untuk perpustakaan kecil bisa jadi kendala.
  • Inlislite (Perpustakaan Nasional)
  • Inlislite disediakan oleh Perpusnas RI. Aplikasi ini juga gratis, tapi biasanya digunakan di perpustakaan pemerintah dan butuh instalasi di server lokal.
  • PoMS Library
  • PoMS berbeda karena langsung berbasis cloud. Tidak perlu instalasi, tidak perlu hosting, cukup daftar akun, perpustakaan langsung siap online.

Dengan kata lain, PoMS mengisi celah kebutuhan bagi perpustakaan yang ingin praktis, gratis, dan langsung online.

Studi Kasus: Penerapan PoMS

Bayangkan sebuah perpustakaan sekolah menengah di daerah. Biasanya, pencatatan buku dilakukan dengan buku tulis atau Excel. Saat ada siswa mencari buku, pustakawan harus membuka catatan manual, tentu memakan waktu.

Dengan PoMS, sekolah tersebut bisa:

  • Membuat katalog digital dengan cepat.
  • Memberikan akses OPAC ke siswa, sehingga mereka bisa mencari dari HP masing-masing.
  • Mencetak kartu anggota sederhana.
  • Memantau data peminjaman dan statistik kunjungan tanpa repot.

Begitu pula rumah baca komunitas. Tanpa harus mengeluarkan biaya besar, rumah baca bisa menampilkan koleksinya secara online. Ini memudahkan promosi dan memperluas jangkauan.

Cara Memulai Menggunakan PoMS

Untuk mencoba PoMS, langkahnya sangat sederhana:

  1. Buka situs pustakawan.org
  2. .
  3. Buat akun gratis.
  4. Masuk ke menu PoMS Library.
  5. Klik Buat Perpustakaan Baru, lalu isi data dasar.
  6. Tambahkan katalog buku atau unggah data koleksi.
  7. Atur anggota perpustakaan.
  8. Publikasikan perpustakaan Anda.

Hanya dalam hitungan menit, perpustakaan sudah siap online dan dapat diakses publik.

Manfaat Jangka Panjang

Menggunakan PoMS bukan sekadar memudahkan kerja pustakawan, tetapi juga:

  • Meningkatkan literasi digital masyarakat.
  • Mempermudah akreditasi sekolah/kampus karena memiliki sistem perpustakaan modern.
  • Membuka peluang kolaborasi antarperpustakaan.
  • Menyediakan data statistik yang bermanfaat untuk pengembangan koleksi.

Penutup

PoMS Library hadir sebagai jawaban atas kebutuhan perpustakaan modern di Indonesia. Dengan konsep gratis, praktis, dan langsung online, PoMS membuka jalan bagi siapa pun untuk mengelola perpustakaan dengan cara yang lebih profesional.

Bagi pustakawan, guru, mahasiswa, maupun komunitas literasi, ini adalah kesempatan untuk bertransformasi tanpa harus terbebani biaya.

Mari manfaatkan PoMS Library untuk bersama-sama memajukan literasi bangsa.

Buka Link

Komentar:

Belum ada komentar.


Silakan login untuk mengomentari postingan ini.

Sebut Pengguna (Following)

×